Inaba no Shiro Usagi (Kelinci Putih dari Inaba)

Cerita ini diadaptasi dari anime Folktales from Japan episode 214 bagian 1, dengan perubahan.

Pada zaman dahulu kala, di Tanah Suci Izumo, bersemayamlah seorang dewa yang dikenal dengan sebutan Ookuninushi-no-mikoto bersama kakak-kakaknya. Kakak Ookuninushi berjumlah 8 orang, jadi mereka dikenal dengan sebutan Yasogami.

A7 Folktales From Japan 214.mkv_snapshot_02.14_[2020.05.07_01.19.33]
Para Yasogami sedang bercengkerama di taman

Di suatu waktu, kakak Ookuninushi berkumpul dan bersuka ria sambil berbincang-bincang. Ookuninushi-no-mikoto tidak bergabung bersama mereka. Ia memilih bermain bersama hewan-hewan kecil.

A7 Folktales From Japan 214.mkv_snapshot_02.02_[2020.05.07_01.19.15]

“Hei, kalian tahu  putri Yagami dari Inaba?” tanya salah satu dewa di sana. “Tentu saja!” jawab dewa yang lain, “katanya dia sangat cantik.” Dewa lainnya berujar sambil malu-malu, “Rasanya aku ingin bertemu dengannya, dan menikahinya jika bisa.”

A7 Folktales From Japan 214.mkv_snapshot_02.25_[2020.05.07_01.25.52]
Kakak-kakak Ookuninushi bersemangat membicarakan kecantikan sang putri dari Inaba
Ucapan itu ternyata ditanggapi serius oleh para Yasogami. “Benar juga!” timpal salah satu dewa di sana,  “Ayo kita semua pergi dan meminangnya! Siapa tahu dia berjodoh dengan salah satu dari kita!” Para Yasogami pun bersemangat, betapapun juga tuah orang tidak ada yang tahu–siapa tahu dialah yang berjodoh dengan sang putri!

“Tapi kita tidak akan berhasil kalau dia ikut dengan kita” gerutu salah satu dewa sambil melirik ke sang adik bungsu yang masih asyik bermain. “Ookuni-nushi-no-mikoto ramah dan wajahnya tampan, pasti putri langsung jatuh hati.” Demikian rutuk para Yasogami.

A7 Folktales From Japan 214.mkv_snapshot_02.44_[2020.05.07_01.20.09]
Kakak-kakak Ookuninushi gusar karena popularitas adik mereka
“Oh, aku tahu! Bagaimana kalau kita suruh dia membawa barang kita?” seru salah satu dewa. Saudara-saudaranya menyambut baik ide ini. Mereka membalas, “Ide bagus! Sang putri tak mungkin jatuh hati dengan pesuruh.”

A7 Folktales From Japan 214.mkv_snapshot_02.59_[2020.05.07_01.28.10]
Para Yasogami dan Ookuninushi berangkat ke Inaba
Maka di hari yang ditentukan, berangkatlah kakak beradik tersebut menuju Inaba untuk meminang sang putri. Dari jauh, Ookuni-nushi-no-mikoto mengikuti mereka sambil terseok-seok, badannya keberatan oleh bawaan kakak-kakaknya. Para Yasogami yang melihatnya pun cekikikan–ujar mereka, “Dengan begini pasti tidak ada yang bisa mengenali ketampanannya!”  Mereka tertawa-tawa sendiri.

A7 Folktales From Japan 214.mkv_snapshot_03.09_[2020.05.07_01.20.16]
Ookuninushi mengikuti kakak-kakaknya dari belakang sambil memikul bawaan berat
Waktu terus berlalu. Dalam perjalanan mereka, para dewa tersebut melewati sebuah pesisir pantai. Di pantai tersebut, mereka menemukan seekor kelinci yang bulunya rontok di sana-sini. Kulitnya memerah dan dia terlihat sangat menderita.

A7 Folktales From Japan 214.mkv_snapshot_03.29_[2020.05.07_01.29.54]
Para Yasogami berpapasan dengan seekor kelinci
“Sakit. Badan hamba sakit sekali–” rintih si kelinci. “Hamba mohon, jika Tuan-tuan sekalian berkenan, tolonglah hamba!” pinta si kelinci pada para Yasogami.

A7 Folktales From Japan 214.mkv_snapshot_03.38_[2020.05.07_01.20.44]
Sang kelinci menangis menahan sakit
Sayang! Kelinci ini meminta tolong pada orang yang salah. Alih-alih membantunya, para Yasogami malah mengerjai si kelinci. “Kalau kamu mau sakitmu mereda, pertama-tama rendam badanmu di air laut–” ujar para Yasogami, “lalu baluri tubuhmu dengan pasir dan berbaringlah di pantai! Niscaya lukamu akan sembuh.” Mereka pun cekikikan lagi.

A7 Folktales From Japan 214.mkv_snapshot_04.03_[2020.05.07_01.31.09]
Para Yasogami mengerjai sang kelinci
Naif memang, tapi kelinci tersebut memercayai para Yasogami dan menelan kata-kata mereka mentah-mentah. Dia langsung berendam di air laut, lalu berguling-guling di pasir dan berbaring di pantai sehingga terpapar angin laut.

A7 Folktales From Japan 214.mkv_snapshot_04.15_[2020.05.07_01.21.14]
Sang kelinci berjemur setelah menggulingkan diri di pasir dan mandi air laut
Tentu saja, alih-alih sembuh, luka si kelinci malah bertambah parah. Si kelinci yang menyadari bahwa dia telah dibohongi para Yasogami hanya bisa menangis.

Beruntung, Ookuni-nushi-no-mikoto tiba di sana. Melihat sang kelinci yang kesakitan, si adik bungsu pun menegurnya dengan lembut. “Kelinci yang di situ,” sapa Ookuni-nushi, “Ada apa?”

A7 Folktales From Japan 214.mkv_snapshot_04.27_[2020.05.07_01.21.29]
Ookuninushi berpapasan dengan sang kelinci
“Badan hamba sakit sekali,” tangis si kelinci, “Sebenarnya dulu hamba tinggal di pulau yang letaknya jauh dari sini. Tapi hamba ingin pergi, jadi hamba memperdaya sekelompok hiu yang tinggal di sana agar bisa kabur.”

A7 Folktales From Japan 214.mkv_snapshot_04.52_[2020.05.07_01.21.42]
Sang kelinci memikirkan bagaimana caranya menyeberang lautan
“Hamba menyuruh para hiu itu berbaris dengan dalih akan menghitung mereka, kemudian hamba melompati mereka hingga sampai ke daratan. Sesudah itu, hamba tidak sengaja memberitahu mereka akan niat buruk hamba. Mereka marah dan menyerang hamba,” isak sang kelinci. “Ini karma perbuatan hamba!”

A7 Folktales From Japan 214.mkv_snapshot_06.29_[2020.05.07_01.22.23]
Para hiu yang gusar menyerang sang kelinci
“Jangan menangis, Kelinci” hibur sang dewa, hatinya tergugah mendengar penyesalan sang kelinci. “Aku akan mengobatimu.”

Pertama-tama, Ookuninushi no Mikoto membawa kelinci tersebut ke sungai. Di sana, dia meminta si kelinci untuk berendam dan membersihkan badannya, yang kotor oleh air garam dan pasir.

A7 Folktales From Japan 214.mkv_snapshot_06.56_[2020.05.07_01.22.36]
Ookuninushi membawa si kelinci ke sungai
Setelah itu, sang dewa memetik setangkai bunga peoni yang mekar di sana, kemudian ia mengibaskan serbuk bunga tersebut di atas sang kelinci.

A7 Folktales From Japan 214.mkv_snapshot_07.11_[2020.05.07_01.34.40]
Ookuninushi mengumpulkan peoni untuk obat sang kelinci
Ajaib! Kulit sang kelinci yang sebelumnya berdarah-darah menjadi pulih seperti sedia kala. Kelinci itu sangat takjub dan bahagia atas kepulihannya.

A7 Folktales From Japan 214.mkv_snapshot_07.22_[2020.05.07_01.37.25]
Tubuh sang kelinci sehat seperti sedia kala
“Terima kasih, wahai dewa yang baik!” Seru sang kelinci. “Kakak-kakak Anda memang jahil, tapi Anda baik sekali. Pasti Anda akan dipilih Sang Putri!”

A7 Folktales From Japan 214.mkv_snapshot_07.49_[2020.05.07_01.22.52]
Sang kelinci yang sudah sembuh berterima kasih pada Ookuninushi
“Kuharap begitu.” Laki-laki tersebut membalasnya dengan tawa kecil. “Sampai jumpa lagi, Kelinci.” Sang adik bungsu pun melanjutkan perjalanannya, meninggalkan sang Kelinci di pantai. Tak lama sesudahnya, sang Kelinci ikut lenyap.

A7 Folktales From Japan 214.mkv_snapshot_07.56_[2020.05.07_01.38.22]
Si kelinci ikut lenyap sepeninggal Ookuninushi
Akhirnya, Ookuninushi no Mikoto sampai ke Inaba. Di sana, kakak-kakaknya sudah berlomba-lomba merebut perhatian sang Putri. Mereka membawa berbagai hadiah, seperti bunga, emas dan barang berharga yang tak ternilai jumlahnya.

A7 Folktales From Japan 214.mkv_snapshot_08.08_[2020.05.07_01.39.22]
Para Yasogami berlomba-lomba memenangkan hati sang putri dengan berbagai harta
Walaupun demikian, hati sang Putri tidak tergugah. Tak ada satupun pria di sana yang mampu menarik perhatiannya, sampai akhirnya ia melihat sang dewa muda.

A7 Folktales From Japan 214.mkv_snapshot_08.09_[2020.05.07_01.23.02]
Putri Inaba bimbang menunggu kedatangan Ookuninushi
“Maaf, tapi aku sudah memutuskan untuk menikahi pria itu,” tutur sang Putri dengan lembut. Ia menunjuk Ookuninushi no Mikoto, si adik bungsu. Para Yasogami sangat kaget dan gusar! Bagaimana bisa sang Putri memilih adik mereka yang dekil dan baru saja datang? Padahal ia nampak seperti pesuruh!

A7 Folktales From Japan 214.mkv_snapshot_08.16_[2020.05.07_01.22.59]
Para Yasogami memandang adik mereka dengan gusar
Usut punya usut, ternyata kelinci putih yang tadi dibantu oleh sang Mikoto adalah salah satu pelayan Putri Yagami. Kelinci itu menyaksikan sendiri kejahilan para Yasogami serta kebaikan hati sang adik bungsu, dan ia menceritakannya kepada sang Putri.

A7 Folktales From Japan 214.mkv_snapshot_08.35_[2020.05.07_01.23.31]
Putri Inaba memeluk sang kelinci
Akhirnya, Ookuninushi no Mikoto menikahi sang putri. Mereka hidup bahagia selama-lamanya.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s